Daun yang jatuh tak pernah membenci angin


Senin, 22 Desember 2014

METODE MENGHITUNG PERKALIAN DENGAN CEPAT



Bayangkan suatu ketika kita diminta untuk menghitung perkalian suatu bilangan, dan kita mampu menjawabnya dengan cepat, bahkan lebih cepat dari mereka yang menggunakan kalkulator sekalipun. Pastilah kesan yang muncul adalah kita dianggap sebagai manusia yang jenius. Sebagian besar orang menganggap bahwa kemampuan matematika sama dengan kecerdasan. Bagi mereka yang mampu menghitung dengan cepat perkalian, pembagian, pengkuadratan, dan pengakar kuadratan, pastilah diperlakukan secara berbeda oleh teman-teman, keluarga, dan orang lain di lingkungannya. Karena perlakuan seperti itu pulalah kemudian orang yang mampu menghitung cepat ini, lebih cenderung bertindak dengan lebih cerdas pula.

Suatu ketika ada sebuah perhitungan sebagai berikut : ‘dua ditambah tiga dikali empat sama dengan …?”. sebagian menjawab 20, sebagian yang lain menjawab 24, tetapi manakah jawaban yang benar?. Kita tahu bahwa dalam matematika ada urutan-urutan fungsi matematika. Kita harus melakukan perkalian atau pembagian terlebih dahulu sebelum menyelesaikan penjumlahan atau pengurangan, sebagian kalkulator dilengkapi dengan prosedur ini, tapi kalkulator yang lain tidak. Jadi sebuah kalkulator tidak bisa berpikir untuk kita, bahkan kita sendiri yang harus memahami apa yang kita lakukan, kalkulator hanya sedikit membantu.
Perbedaan orang yang sukses dengan orang yang tidak sukses bukanlah otak yang dimilikinya sejak lahir, tapi sebenarnya bagaimana mereka menggunakan otak mereka. Orang yang sukses menggunakan strategi yang lebih baik, dibandingkan orang yang tidak sukses. Dalam pembahasan menghitung perkalian cepat ini, akan dikemukakan strategi-strategi yang lebih baik yang dijamin lebih mudah dibandingkan dengan metode-metode yang biasa kita pelajari di sekolah sebelumnya. Jadi kita akan mampu menyelesaikan suatu perkalian dengan lebih cepat dan memperkecil tingkat kesalahan perhitungan. Jadi semakin mudah metode yang digunakan untuk memecahkan suatu soal, akan semakin cepat terpecahkan dengan tingkat kemungkinan kesalahan yang minima.
Sekarang kita akan mempelajari metode berhitung perkalian cepat yang bisa dipahami oleh semua orang. Nah, dengan berusaha mencoba sendiri soal-soal lain, kita akan memahami matematika tidak seperti sebelumnya alias ketika kita memahami metode secara kurikulum yang sudah diberikan di sekolah.
Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan bilangan rujukan. Hal ini penting sebab, bilangan rujukan ini sebagai pedoman kita dalam menyelesaikan perkalian dari dua buah bilangan, sehingga kita akan selalu menggunakan bilangan rujukan ini. Bilangan rujukan yang dimaksud adalah suatu bilangan yang kita jadikan patokan perkalian, dimana bilangan rujukan ini mendekati dua buah bilangan yang ingin kita kalikan. Bilangan-bilangan ini adalah 10, 20, 30, ……dan seterusnya yang bilangan dibelakangnya adalah nol. Tanda  +(Plus) dan minus (-) kita gunakan apabila kedua bilangan yang dikalikan berada di atas atau di bawah bilangan rujukan. Dan dalam hal ini kita bebas menentukan bilangan rujukan yang ingin kita ambil, tetapi dengan prosedur baku yang diberikan, berapapun bilangan yang ingin kita kalikan.
Perkalian bilangan puluhan (Dua digit)
Contoh : misalkan 12 x 16
10
+2    +6
12  x  16
Langkah 1 : jumlahkan secara diagonal 12+6 = 16 +2 = 18
Langkah 2 :  Kalikan dengan bilangan rujukan 18 x 10 = 180
Langkah 3 : Kalikan bilangan  yang ada di atas/di bawah 2 x 6 = 12
Langkah 4 : jumlahkan hasilnya 180 + 12 = 192
Contoh : misalkan  18 x 32
20
+12
18  x  32
-2
Langkah 1 : Jumlahkan secara diagonal 18 + 12 = 32 – 2 = 30
Langkah 2 : Kalikan dengan bilangan rujukan 30 x 20 = 600
Langkah 3 : Kalikan bilangan yang ada di atas/di bawah -2 x 12 = -24
Langkah 4 : jumlahkan hasilnya 600 – 24 = (600 – 30) + 6 = 576
Keterangan :
Perhatikan bilangan yang kita ambil sebagai rujukan adalah 20, maka 18  dua kurangnya dari 20 ditulis (-2) dan 32 dua belas lebihnya dari 20 ditulis (+12). Tanda min (-) kita letakkan di bawah dan tanda plus (+) kita letakkan di atas. Pada tahap ke empat kita kurangkan 600 dengan bilangan yang mendekati 24 yaitu 20 atau 30. Dalam contoh ini kita ambil 30, yang artinya 30 enam lebihnya dari 24 (Pen : Perhatikan tanda +6). hal ini untuk lebih memudahkan perhitungannya, kita tetap menggunakan bilangan yang memuat angka nol pada digit terakhir.
Contoh : misalkan 14 x 64
20
+42
14   x   62
-6
Langkah 1 :  Jumlahkan secara diagonal 14 + 42 = 62 – 6 = 56
Langkah 2 : Kalikan dengan bilangan rujukan 56 x 20 = 1120
Langkah 3 : Kalikan bilangan yang ada di atas/di bawah -6 x 42 = -252
Langkah 4 : Jumlahkan hasilnya 1120 – 253 = (1120 – 220) – 32
= 900-32 = (900-40) + 8 = 868
Untuk bilangan yang mempunyai interval (Selisih) yang cukup besar, kita usahakan salah satu bilangannya adalah satuan. Bukankah lebih mudah mengalikan satuan dengan puluhan, dibandingkan mengalikan puluhan dengan puluhan.
Perkalian bilangan ratusan (Tiga digit)
Contoh : misalkan 123 x 119
10020
+23        +19
123   x   119
Langkah 1 : Jumlahkan secara diagonal 123 +19 = 119 + 23 = 142
Langkah 2 : Kalikan dengan bilangan rujukan 142 x 100 = 14200
Langkah 3 : Kalikan bilangan yang ada di atas/di bawah 23 x 19 = 437
Langkah 4 : Jumlahkan hasilnya 14200 + 437 = (14200+440) – 3 = 14637
Perhatikan pada tahap ke tiga, tentu saja kita gunakan metode untuk perkalian dua digit yaitu dengan bilangan rujukan 20, sehingga 23 + -1 = 19 + 3 =22 lalu 22 x 20 = 440 dan terakhir 440 + (3 x -1) = 440 -3 = 437
Mengalikan dengan menggunakan dua bilangan rujukan
Metode perkalian di atas sangat efektif bekerja untuk bilangan-bilangan  yang selisih nilainya tidak terlalu jauh. Ketika bilangan-bilangan yang kita kalikan mempunyai selisih yang jauh, metodenya tetap bisa digunakan, tetapi mungkin kita akan berpikir menggunakan metode lain yang lebih sederhana. Sekarang mari kita coba mengenal metode perkalian dengan menggunakan dua bilangan rujukan, sebagai pembanding metode di atas. Ini sangat memungkin sekali untuk lebih menyederhakan penyelesaiannya, sebab kita memiliki dua bilangan rujukan yang mendekati kedua bilangan yang dikalikan. Tapi ingat, bahwa  hasil perkalian dua bilangan rujukan itu, akan menjadi bilangan rujukan untuk bilangan yang paling besar dari dua bilangan yang ingin kita kalikan.
Contoh : Misalkan   9 x 48
(10 x 5)   9   x    48
-1        -2
-5
Langkah 1 : kurangkan bilangan terkecil dari bilangan yang ingin dikalikan dengan bilangan terbesar pada bilangan rujukan 9 – 10 = -1. artinya 9 satu kurangnya dari 10 ditulis (-1). Kurangkan bilangan terbesar dengan hasil kali dari kedua bilangan rujukan (10 x 5 = 50) yaitu 48 – 50 = -2. Artinya 48 dua kurangnya dari 50 sehingga ditulis (-2).
Langkah 2 : kalikan -1 dengan 5 yaitu -1 x 5 = -5
Langkah 3 :Jumlahkan 48 dengan -5 ditulis 48 + (-5) = 48 – 5 = 43 lalu kalikan dengan 10 ditulis 43 x 10 = 430
Langkah 4 : Kalikan -1 dengan -2 ditulis -1 x -2 = 2 kemudian jumlahkan semua hasilnya sehingga 430 +  2 = 432.
Contoh : misalkan 96 x 389
(100 x 4)   96   x   389
-4         -11
-16
Langkah 1 : 96 – 100 = -4 kemudian 389 – 400 = -11
Langkah 2 : -4 x 4 = -16, kemudian 389 – 16 = (389 – 20) +4 = 373
Langkah 3 : 373 x 100 = 37300
Langkah 4 : -4 x -11 = 44 kemudian jumlahkan semua hasilnya, sehingga menjadi 37300 + 44 = 37344
Untuk menghitung perkalian dengan metode di atas sangatlah mudah. Satu-satunya kesulitan yang mungkin dihadapi pada tahap-tahap awal, adalah mengingatalangkah-langkah yang harus dilakukan. Kita bisa menggunakan kombinasi bilangan rujukan secara bebas, asalkan mengikuti pedoman-pedoman berikut :
v    Pilihlah bilangan rujukan dasar yang mudah untuk dikalikan misalnya 10, 20, 30, ……. dan seterusnya.
v    Bilangan rujukan yang kedua haruslah merupakan kelipatan dari bilangan rujukan dasar, misalnya dengan menggandakan bilangan rujukan dasar sebanyak dua kali, tiga kali, sepuluh kali atau empat belas kali.
http://smpn2kalianget.wordpress.com/category/artikel-matematika/

Matematika dan bIlangan prima



Bilangan prima adalah dasar dari matematika, termasuk salah satu misteri alam semesta. Tidak pernah terbayangkan oleh manusia sebelumnya, sampai ditemukan bahwa bilangan prima juga merupakan dasar dari kehidupan alam, yang dengan usaha keras ingin dijelaskan oleh ilmu ini dalam sains. Pandangan orang umumnya mengatakan bahwa matematika hanyalah penemuan manusia biasa. Sebaliknya, beberapa pemikir masa lalu - Pythagoras, Plato, Cusanus, Kepler, Leibnitz, Newton, Euler, Gauss, termasuk para revolusioner abad ke-20, Planck, Einstein dan Sommerffeld - yakin bahwa keberadaan angka dan bentuk geometris merupakan konsep alam semesta dan konsep yang bebas (independent). Galileo sendiri beranggapan bahwa matematika adalah bahasa Tuhan ketika menulis alam semesta.
Bilangan Prima dan Rencana Penciptaan

Salah satu teka-teki lama yang belum sepenuhnya terpecahkan adalah bilangan prima. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya dapat habis dibagi oleh bilangan itu sendiri dan angka 1. Angka 12 bukan merupakan bilangan prima, karena dapat habis dibagi oleh angka lainnya 2, 3, dan 4. Bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, .... dan seterusnya. Banyak bilangan prima tidak terhingga. Tidak peduli berapa banyak kita menghitung, pasti kita akan menemukan bilangan prima, walaupun mungkin makin jarang_ Hal ini menjadi teka-teki kita, jika kita ingat bilangan ini tidak dapat dibagi oleh angka lainnya. Salah satu hal yang menakjubkan, dalam era komputer kita memberikan kodetifikasi semua hal yang penting dan rahasia, di bank, asuransi, dan perhitungan-perhitungan peluru kendali, security system dengan enkripsi, dalam angka jutaan bilangan-bilangan yang tidak habis dibagi oleh angka lainnya. Ini diperlukan karena dengan penggunaan angka lain, kodetifikasi tadi dapat dengan mudah ditembus.

Fenomena inilah yang ditemukan ilmuwan dari Duesseldorf (Dr. Plichta), sehubungan dengan penciptaan alam, yaitu distribusi misterius bilangan prima. Para ilmuwan sudah lama percaya bahwa bilangan prima adalah bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua makhluk (spesies) berintelegensia tinggi, sebagai komunikasi dasar antarmereka. Bahasa ini penuh misteri karena berhubungan dengan perencanaan universal kosmos.

Bilangan lain yang perlu diketahui adalah sisa dari bilangan prima, yakni bilangan komposit, kecuali angka 1, yaitu 4, 6, 8, 9,10,12,14,15, .... dan seterusnya. Dengan kata lain, bilangan komposit adalah bilangan yang terdiri dari minimal dua faktor prima. Misalnya :

6 = 2 x 3 = 2 . 3
30 = 2 x 3 x 5 = 2 . 3 . 5
85 = 5 x 17 = 5 . 17

Selain itu, dikenal pula bilangan khusus, yang disebut prima kembar, yaitu bilangan prima yang angkanya berdekatan dengan selisih 2. Misalnya :

(3,5)
(5,7)
(11,13)
(17,19)

dan seterusnya.

Mayoritas ahli astrofisika juga percaya bahwa di alam semesta terdapat  "kode kosmos"  atau yang disebut cosmic code based on this order,  yang dikenal juga sebagai Theory of Everything (TOE), yang artinya terdapat konstanta-konstanta alam semesta yang saling berhubungan berdasarkan perintah pendesain. Sekali perintah tersebut dapat dipecahkan, maka hal ini akan membuka pandangan sains lainnya yang berhubungan.

http://www.forumsains.com/artikel/matematika-dan-bilangan-prima%20/?PHPSESSID=64tsv0s13oirm86sg9nv370k95

Inilah Bukti Keajaiban Matematika





Ternyata Matematika bukan saja merupakan hal yang membuat sebagian siswa pusing karena bentuk operasinya, namun setelah didalami lebih lanjut ternyata ada hal-hal yang unik dan menarik yang bisa diperoleh dalam beberapa operasi Matematika tersebut. Bukan saja sesuatu yang unik dan menarik namun ini juga bisa dianggap sebagai keajaiban dari operasi Matematika dan mungkin saja ini dapat membantu siswa yang tidak suka dengan Matematika akan tertantang untuk menyenangi Matematika.
Ada beberapa operasi Matematika yang menarik kita simak, karena memiliki pola yang simetris dan unik. Dari operasi tersebut menghasilkan bilangan yang mempunyai pola tertentu yang menarik. Misalnya menghasilkan angka yang sama ataupun menghasilkan angka yang berututan. Berikut ini adalah contoh dari operasi bilangan tersebut dan silakan dibuktikan kebenarannya.
Contoh 1
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
Contoh 2
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111
Contoh 3
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Contoh 4
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Selain hal tersebut tenyata ada beberapa kata yang jika huruf-hurufnya dikonversi dalam bentuk angka akan menghasilkan nilai yang yang maknanya ekuivalen dari kalimat tersebut. Maksudnya jika suatu nilai menunjukkan angka 100%, maka sesuatu akan merupakan suatu keberhasilan yang optimal. Maksudnya jika huruf dalam abjad diurutkan seperti berikut
A=1  B=2  C=3  D=4  E=5  F=6  G=7  H=8  I=9  J=10  K=11  L=12  M=13  N=14  O=15  P=16  Q=17  R=18  S=19  T=20  U=21  V=22  W=23  X=24  Y=25  Z =26
Maka beberapa kata akan mempeoleh nilai prosentase yang ajaib, berikut contohnya
Kata K-E-R-J-A-K-E-R-A-S akan mempunyai nilai  11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99 % dan yang unik nilainya sama dengan kata H-A-R-D-W-O-R-K mempunyai nilai 8 + 1 + 18 + 4 + 23 + 15 + 18 + 11 = 99 %. Ini dapat dimaknai bahwa dengan kerja keras maka 99% keberhasilan akan dapat diwujudkan.
Untuk kata A-T-T-I-T-U-D-E mempunyai nilai 1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100 % dan ini dapat dimaknai dengan adanya Attitude atau sikap yang jelas dalam mengambil suatu tindakan maka akan membuat keberhasilan kita dalam mencapai suatu keinginan akan menjadi 100%. Tanpa adanya sikap yang jelas dari kita tidak akan mungkin keberhasilan dapat dicapai.
Kemudian pada kata S-A-Y-A-N-G-A-L-L-A-H mempunyai nilai 19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101 % mempunyai nilai yang sama dengan L-O-V-E-O-F-G-O-D dengan nilai 12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101 %. HAl ini dapat kita maknai bahwa keberhasilan atau kesuksesan tidak akan memberi keberkahan jika dalam kehidupan kita tidak didasari oleh kehidupan beragama yang baik. Sehingga untuk menyempurnakan kesuksesan yang diraih berlu dibarengi dengan rasa ketakwaan kita terhadap Allah SWT, sehingga apa yang sudah diberoleh menjadi berkah buat kita dan keluarga.
Hal di atas merupakan sekelumit tentang keajaiban dari beberapa operasi Matematika dan semoga ini dapat menambah kecintaan kita dalam mempelajari matematika…
http://ibnufajar75.wordpress.com/2013/06/28/inilah-bukti-keajaiban-matematika/

MANFAAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MEDIA TIK



Matematika yang dipahami sebagian besar orang sebagai ilmu hitung semata, memberi kesan bahwa dalam pembelajarannya matematika hanya berkutat seputar angka dan rumus. Sebuah pikiran picik tentunya jika hal ini dimaknai oleh mahasiswa pendidikan Matematika. Sejuta misteri unik sebenarnya tersembunyi di balik tabir matematika baik penggunaan logika dalam berpikir ketika belajar matematika, pola keteraturan matematika yang sering terkait dengan kehidupan sekitar kita, bahkan gaya dan keindahan dibalik setiap angka maupun formula dalam matematika.

Begitu juga dalam pembelajaran Matematika yang tidak hanya menggunakan otak kiri dalam menulis angka maupun menurunkan rumus-sumus yang ada. Dalam hal ini otak kanan pun berperan aktif menciptakan kreatifitas dalam mengolah matematika menjadi suatu hal yang menyenangkan, dan ini terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang memilih jurusan matematika dan terjun memumpuninya. Namun hal ini berbanding terbalik dengan berbagai fakta yang terjadi pada sebagian besar siswa-siswa sekolah menengah atas. Jika ketika SD kebanyakan murid paling sering mendapat nilai 100 dalam pelajaran matematika maka ketika di SMP atau SMA matematika dianggap momok yang cukup membuat siswa bahkan orang tua wali stres. Apalagi jika siswa sudah dihadapkan pada Ujian Nasional, maka matematika dianalogkan bagai musuh yang mesti diperangi habis-habisan. Ada apakah gerangan? Memang sulitkah pelajaran matematika atau ada yang salah dalam pembelajaran matematika.

Pembelajaran matematika di kelas cukup mempengaruhi tingkat pemahaman dan penguasaan siswa tentang matematika. Hal inilah yang mengharuskan pembelajaran matematika harus dikemas semenarik mungkin, salah satunya dalam penyampaian materi matematika. Media pembelajaran matematika lewat teknologi tentunya menjadi alternative wajib yang harus dikuasai oleh para calon guru matematika, sehingga dalam pembelajarannya tidak terkesan monoton dan membosankan. Dan dalam tulisan akan penulis siratkan berbagai manfaat pembelajaran matematika dengan TIK (Teknologi Informasi Komputer), yang tentunya merupakan hasil observasi maupun paradigma murni dari penulis.
Ada beberapa poin menarik yang bisa penulis jelaskan mengenai manfaat pembelajaran matematika dengan TIK:
  • Pembelajaran matematika berbasis TIK lebih inovatif
Paradigma pembelajaran matematika yang terbiasa dengan angka, rumus, PR, dan latihan soal yang menjemukan tentu harus diubah menjadi pembelajaran matematika membuat fun dan enjoy. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan multimedia dalam menyampaikan materi yang diselingi berbagai hal unik dari media yang ada. Sebagai contohnya adalah ketika kita ingin menjelaskan materi tentang peluang. Dengan bantuan laptop dan LCD kita bisa menampilkan intermezzo gambar tiga kaos dan dua celana dengan warna yang berbeda dan siswa bisa diajak berpikir tentang berapa kombinasi yang mungkin untuk memakai kostum tersebut. Jadi dengan adanya teknologi pembelajaran matematika lebih inovatif dan membuat siswa mampu memanifestasikan dalam dunia real yang tak terbatas pada simbol matematika semata.
  • Pembelajaran audio visual lebih efektif
Matematika yang didominasi dengan angka, rumus, bagan, dan grafik sering membuat siswa sulit menerima materi yang disampaikan guru. Tetapi hal ini bisa disiasati jika guru mampu memberi warna yang berbeda dalam penyampainnya, baik sajian audio maupun visualnya. Disinilah peran kecanggihan teknologi yang dapat membantu pembelajaran matematika lebih cepat dipahami oleh siswa. Hal ini bisa diterapkan di kelas untuk menjelaskan materi disertai gambar atau grafik yang bisa dibuat secara langsung lewat program tertentu diiringi sound atau musik yang bisa bermanfaat bagi siwa dalam menyerap materi yang disampaikan.
  • Siswa lebih tertarik
Pembelajaran matematika dengan bantuan TIK akan membuat siswa lebih tertarik dalam mendalami materi maupun hal-hal lain terkait dengan materi yang dimpaikan. Para siswa tentu tidak akan jumud dengan buku sumber dari guru semata, tetapi bisa menggali secara luas dari media internet. Dimana kita tahu bahwa di internet tentunya memberikan berjuta-juta informasi tentang matematika serta aplikasinya dalam berbagai bidang kehidupan baik agama, sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya
  • Matematika tidak terkesan menjenuhkan
Matematika yang didukung dengan dengan kecanggihan TIK membuat pembelajaran matematika tidak menjenuhkan. Banyak program komputer yang bisa menunjang proses pembelajaran matematika seperti SPSS untuk memudahkan dalam statistika, Mathlab dalam pembuatan grafik trigonometri, maupun program lain yang berkaitan dengan materi matematika. Program latihan dan praktik bisa digunakan dalam pembelajaran di kelas. Program ini menyajikan masalah, dan siswa merespons dengan cara memilih di antara respons-respons yang tersedia. Program latihan dan praktik ini digunakan dalam pembelajaran dengan asumsi bahwa suatu konsep, aturan atau kaidah atau prosedur telah diajarkan kepada siswa. Program ini menuntun siswa dengan serangkaian contoh untuk meningkatkan kemahiran menggunakan keterampilan, namun harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa dan kebutuhan pembelajaran. Program latihan dan praktik ini dapat digunakan secara berulang-ulang demi untuk pengembangan keterampilan, mengingat atau menghafal fakta. Hal semacam ini yang dapat memberikan penguatan (reinforcement) kepada siswa secara konstan sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.
  • Menguji kreatifitas guru dalam pembelajaran matematika
Manfaat terpenting yang diperoleh dari pembelajaran matematika berbasis TIK adalah para guru matematika akan semakin kreatif dalam mengemas dan menyajikan matematika menjadi sesuatu hal yang menyenangkan bagi para siswanya. Dan hal inilah yang menjadi PR besar bagi kita selaku mahasiswa pendidikan matematika untuk memulai menekuninya dengan high spirit agar kelak memiliki soft skill dalam pembelajan matematika.
http://matematikehidupan.wordpress.com/2013/04/30/manfaat-pembelajaran-matematika-dengan-media-tik/

FX DRAW

FX Draw adalah software matematika buatan efofex. Sofware ini sangat cocok buat guru ataupun siswa yang ingin membuat diagram matematika dua dimensi dengan cepat dan akurat, serta dengan mudah untuk ditempelkan (paste) ke MS Word. Software FX Draw ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dari Software FX Draw ini adalah: FX Draw 5 ini dapat terintegrasi dengan Microsoft Word 2000, 2003, 2007, 2010. Sehingga ketika kita membuka Microsoft Word yang sudah terpasang program FX Draw 5 maka secara otomatis akan tampil pada baris menunya ; FX Draw Versi 5 merupakan produk tak berbayar yang dikeluarkan oleh Efofex Software. Program ini sifatnya gratis (freeware) sehingga kita dapat mengunduhnya secara gratis di internet ; FX Draw tampilannya lebih bagus ; Gambar yang dihasilkan lebih akurat ketepatannya. Sedangkan kekurangan dari Software FX Draw ini adalah: FX Draw hanya mampu untuk menggambar bangun geometri 2 dimensi saja, FX Draw belom mampu menggambar bangun geometri 3 dimensi ; Tidak bisa untuk menghitung, hanya bisa untuk menggambar.
Berikut ini tampilan tools Software FX Draw:




Buat terlebih dahulu segitiga sembarang, lalu buat garis bagi setelah membuat garis bagi ketemu lah tiga garis bagi tersebut disatu titik P. Setelah itu klik center radius yang titik pusatnya di P lalu tarik lingkaran sampai dalam segitiga.

2.      Lingkaran luar segitiga
Buat terlebih dahulu segitiga sembarang, lalu buat garis sumbu setelah membuat garis sumbu ketemu lah dua garis bagi tersebut disatu titik P. Setelah itu klik center radius yang titik pusatnya di P lalu tarik lingkaran sampai luar segitiga.

3.      Sudut dalam segitiga
Buat terlebih dahulu segitiga sembarang lalu untuk mengetahui berapa besar sudutnya caranya klik mark angle lalu klik pada sudut yang akan dicari. Nanti akan muncul sudutnya secara otomatis.